Pengelupasankulit batang bawah dan pengambilan mata tunas (entres) harus menggunakan pisau okulasi (Sipayung, 2015). Dalam okulasi batang bawah disebut rootstoc dan batang atas disebut entres. Dengan cara ini akan terjadi penggabungan sifat-sifat baik dari dua tanaman dalam waktu yang relatif pendek dan memperlihatkan pertumbuhan yang seragam. Adalahbagian pokok yang nomor tiga setelah batang dan daun bagi tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan kormos dan pada jambu biji ini, sistem perakarannya adalah sistem akar tunggang, karena akar lembaganya terus tumbuh menjadi akar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecildan akar pokok yang berasal dari akar lembaga dapatdilakukan langsung di lapangan. Data yang dapat dipakai adalah semua bagian tumbuhan, baik bagian vegetatif yang meliputi akar, batang, dan daun, maupun bagian generatif yang meliputi bunga, buah, dan biji. Tanaman jambu biji sangat sulit dibedakan antara kultivar satu dengan yang lainnya apabila didasarkan pada habitus tanaman, sifat Bagianyang dimaksud bisa daun, batang, akar, umbi, buah atau bunga. Kayu siwak (Salvadora persica) di Pakistan dan India disebut dengan datan, telah digunakan oleh orang Babilonia semenjak 7000 tahun yang lalu, Jika kulitnya dikelupas berwarna agak keputihan dan memiliki banyak juntaian serat. Akarnya berwarna cokelat dan bagian Tahapanokulasi secara umum sebagai berikut : 1.mengiris batang bawah. Kedalaman irisan yang baik adalah setebal kulit batang,jika irisan terlalu dalam dan melukai bagian kayunya dapat mengakibatkan kegagalan okulasi. 2.mengambil mata tunas. Penyayatan mata tunas dimulai dari atas atau bawah mata.Panjang sayatan lebih kurang 3 cm dan mata tunas OAC2. Pembahasan Akar merupakan bagian paling bawah dari tumbuhan. Akar berfungsi untuk menambatkan dan memperkokoh berdirinya tumbuhan, menyerap air dan garam mineral, bernapas, serta tempat menyimpan cadangan anatomi akar terdiri atas Epidermis Epidermis terdiri atas satu lapis sel yang tersusun rapat tanpa ruang antarsel. Pada permukaan luar epidermis, terdapat rambut akar yang berfungsi memperluas bidang penyerapan serta menyerap air dan garam mineral. Korteks Di sebelah dalam epidermis, terbentuk suatu lapisan yang terdiri atas sel-sel parenkimyang disebut korteks. Dinding selnya tipis dan mempunyai banyak ruang antarsel untuk pertukaran gas. Korteks berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan. Endodermis Korteks dan silinder pusat dibatasi oleh selapis sel yang disebut endodermis. Dinding sel endodermis mengalami penebalan lignin dan suberin. Penebalan ini membentuk struktur seperti pita yang disebut pita caspary. Penebalan ini menyebabkan dinding sel endodermis tidak dapat ditembus air dan zat hara lainnya. Silinder Pusat Sil inder pusat terletak di sebelah dalam endodermis. Pada silinder pusat terdapat berkas pengangkut dan jaringan-jaringan lainnya. Di lapisan terluar dari silinder pusat terdapat perisikel atau perikambium. Aktivitas perisikel membentuk cabang-cabang akar. Serkas pengangkut terdiri atas xilem dan floem yang tersusun teratur membentuk jari-jari atau radial. Batang berfungsi untuk menegakkan tubuh tumbuhan serta menghubungkan akar dan daun. Pada beberapa jenis tumbuhan, batang menjadi tempat penimbunan cadangan anatomi batang mirip dengan akarterdiri atas Epidermis Jaringan epidermis batang umumnya terdiri atas selapis sel, tersusun rapat tanpa ruang antarsel, dan mempunyai kutikula. Korteks Korteks tersusun dari sel-sel parenkima berdinding tipis. Letak sel-sel parenkima tidak teratur dan mempunyai banyak ruang antarsel. Selain itu, di dalam korteks terdapat kolenkima dansklerenkima yang berfungsi untuk menyokong dan memperkuat batang. Endodermis Tidak seperti pada akar, lapisan endodermis batang tidak begitu jelas dan menyatu dengan korteks. Stele Stele terletak di sebelah dalam korteks. Di dalam stele terdapat sel-sel parenkima dan berkas pengangkut xilem dan floem. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dariakar ke daun. Floem berfungsi untuk mengangkut zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Daun pada umumnya berwarna hijau serta berbentuk Iebar dan pipih. Bagian yang tipis melebar disebut helai daun. Bentuk daun ada yang bulat, panjang, lancip, dan duri. Pada helai daun terdapat tulang-tulang daun. Struktur anatomi daun terdiri atas Epidermis Epidermis daun terdapat di permukaan atas maupun bawah dan pada umumnya terdiri atas selapis sel yang dinding selnya mengalami penebalan kutikula. Ada pula epidermis daun yang terdiri atas beberapa lapis sel, misalnya pada tanaman Ficus, Nerium, dan Piper. Pada epidermis terdapat celah atau pori yang diapit oleh dua sel penjaga. Celah atau pori itu disebut stomata. Pada umumnya stomata terdapat pada kedua permukaan daun. Stomata berfungsi sebagai tempat pertukaran gas. Mesofil Mesofil terletak di antara epidermis atas dan bawah. Pada tumbuhan dikotil, mesofil berdiferensiasi menjadi jaringan tiang palisade dan bunga karang spons, sedangkan padatumbuhan monokotil, mesofiltidak berdiferensiasi dan bentuknya seragam sehingga tidak dapat dibedakan antara jaringan palisade atau bunga karang. Jaringan palisade tersusun darisel-sel palisade berbentuk silindris panjang dan rapat seperti tiang. Berkas pembuluh. Berkas pengangkut terdiri atas xilem dan floem yang terletak di antara jaringan bunga karang. Berkas pengangkut pada daun membentuk tulang tulang daun adalah untuk mengangkut air dan garam mineral dari tanah fungsi xilem dan mengedarkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan fungsi floem. Bunga merupakan organ tumbuhan yang berfungsi sebagai organ reproduksi generatif. Struktur bunga terdiri atas Kelopak Kelopak merupakan bagian hiasan bunga yang terdapat di lingkaran luar, biasanya berwarna hijau. Pada waktu bunga masih kuncup, kelopak berfungsi sebagai selubung yang melindungi kuncup. Helaian penyusun kelopak bunga disebut sepal. Mahkota Mahkota merupakan bagian hiasan bunga yang terdapat pada lingkaran dalam. Mahkota bunga mempunyai bentuk dan warna yang beraneka ragam. Mahkota bunga berfungsi menarik serangga untuk membantu penyerbukan. Helaian penyusun mahkota bunga disebut petal. Benang sari Alat kelamin jantan terletak di lapisan setelah mahkota bunga. Alat kelamin jantan terdiri atas sejumlah benang sari stamen. Stamen memiliki kepala sari anter di ujung tangkai sari filamen. Dalam kepala sari terdapat satu atau lebih ruang sari teka yang merupakan tempat terbentuknya serbuk sari polen. Serbuk sari inilah yang disebut gamet jantan. Putik Alat kelamin betina putik dapat tersusun dari satu atau lebih daun tersusun dari bakal buah, tangkai putik, dan kepala putik. Akar merupakan bagian paling bawah dari tumbuhan. Akar berfungsi untuk menambatkan dan memperkokoh berdirinya tumbuhan, menyerap air dan garam mineral, bernapas, serta tempat menyimpan cadangan makanan. Struktur anatomi akar terdiri atas Epidermis Epidermis terdiri atas satu lapis sel yang tersusun rapat tanpa ruang antarsel. Pada permukaan luar epidermis, terdapat rambut akar yang berfungsi memperluas bidang penyerapan serta menyerap air dan garam mineral. Korteks Di sebelah dalam epidermis, terbentuk suatu lapisan yang terdiri atas sel-sel parenkim yang disebut korteks. Dinding selnya tipis dan mempunyai banyak ruang antarsel untuk pertukaran gas. Korteks berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan. Endodermis Korteks dan silinder pusat dibatasi oleh selapis sel yang disebut endodermis. Dinding sel endodermis mengalami penebalan lignin dan suberin. Penebalan ini membentuk struktur seperti pita yang disebut pita caspary. Penebalan ini menyebabkan dinding sel endodermis tidak dapat ditembus air dan zat hara lainnya. Silinder Pusat Sil inder pusat terletak di sebelah dalam endodermis. Pada silinder pusat terdapat berkas pengangkut dan jaringan-jaringan lainnya. Di lapisan terluar dari silinder pusat terdapat perisikel atau perikambium. Aktivitas perisikel membentuk cabang-cabang akar. Serkas pengangkut terdiri atas xilem dan floem yang tersusun teratur membentuk jari-jari atau radial. Batang berfungsi untuk menegakkan tubuh tumbuhan serta menghubungkan akar dan daun. Pada beberapa jenis tumbuhan, batang menjadi tempat penimbunan cadangan makanan. Struktur anatomi batang mirip dengan akar terdiri atas Epidermis Jaringan epidermis batang umumnya terdiri atas selapis sel, tersusun rapat tanpa ruang antarsel, dan mempunyai kutikula. Korteks Korteks tersusun dari sel-sel parenkima berdinding tipis. Letak sel-sel parenkima tidak teratur dan mempunyai banyak ruang antarsel. Selain itu, di dalam korteks terdapat kolenkima dan sklerenkima yang berfungsi untuk menyokong dan memperkuat batang. Endodermis Tidak seperti pada akar, lapisan endodermis batang tidak begitu jelas dan menyatu dengan korteks. Stele Stele terletak di sebelah dalam korteks. Di dalam stele terdapat sel-sel parenkima dan berkas pengangkut xilem dan floem. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun. Floem berfungsi untuk mengangkut zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Daun pada umumnya berwarna hijau serta berbentuk Iebar dan pipih. Bagian yang tipis melebar disebut helai daun. Bentuk daun ada yang bulat, panjang, lancip, dan duri. Pada helai daun terdapat tulang-tulang daun. Struktur anatomi daun terdiri atas Epidermis Epidermis daun terdapat di permukaan atas maupun bawah dan pada umumnya terdiri atas selapis sel yang dinding selnya mengalami penebalan kutikula. Ada pula epidermis daun yang terdiri atas beberapa lapis sel, misalnya pada tanaman Ficus, Nerium, dan Piper. Pada epidermis terdapat celah atau pori yang diapit oleh dua sel penjaga. Celah atau pori itu disebut stomata. Pada umumnya stomata terdapat pada kedua permukaan daun. Stomata berfungsi sebagai tempat pertukaran gas. Mesofil Mesofil terletak di antara epidermis atas dan bawah. Pada tumbuhan dikotil, mesofil berdiferensiasi menjadi jaringan tiang palisade dan bunga karang spons, sedangkan pada tumbuhan monokotil, mesofil tidak berdiferensiasi dan bentuknya seragam sehingga tidak dapat dibedakan antara jaringan palisade atau bunga karang. Jaringan palisade tersusun dari sel-sel palisade berbentuk silindris panjang dan rapat seperti tiang. Berkas pembuluh. Berkas pengangkut terdiri atas xilem dan floem yang terletak di antara jaringan bunga karang. Berkas pengangkut pada daun membentuk tulang daun. Fungsi tulang daun adalah untuk mengangkut air dan garam mineral dari tanah fungsi xilem dan mengedarkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan fungsi floem. Bunga merupakan organ tumbuhan yang berfungsi sebagai organ reproduksi generatif. Struktur bunga terdiri atas Kelopak Kelopak merupakan bagian hiasan bunga yang terdapat di lingkaran luar, biasanya berwarna hijau. Pada waktu bunga masih kuncup, kelopak berfungsi sebagai selubung yang melindungi kuncup. Helaian penyusun kelopak bunga disebut sepal. Mahkota Mahkota merupakan bagian hiasan bunga yang terdapat pada lingkaran dalam. Mahkota bunga mempunyai bentuk dan warna yang beraneka ragam. Mahkota bunga berfungsi menarik serangga untuk membantu penyerbukan. Helaian penyusun mahkota bunga disebut petal. Benang sari Alat kelamin jantan terletak di lapisan setelah mahkota bunga. Alat kelamin jantan terdiri atas sejumlah benang sari stamen. Stamen memiliki kepala sari anter di ujung tangkai sari filamen. Dalam kepala sari terdapat satu atau lebih ruang sari teka yang merupakan tempat terbentuknya serbuk sari polen. Serbuk sari inilah yang disebut gamet jantan. Putik Alat kelamin betina putik dapat tersusun dari satu atau lebih daun buah. Putik tersusun dari bakal buah, tangkai putik, dan kepala putik. Source Jawaband. epidermise. korteksf. kayu adalah bagian batang atau cabang serta ranting tumbuhan yang mengeras karena mengalami lignifikasi pengayuan. Penyebab terbentuknya kayu adalah akibat akumulasi selulosa dan lignin pada dinding sel berbagai jaringan di batang. PenjelasanTumbuhan sebagai makhluk hidup yang bisa menghasilkan makanannya sendiri tersusun atas beberapa organ yang menyusun tubuhnya. Organ-organ tersebut memiliki peran dan fungsi tertentu yang berperan dalam kelangsungan hidupnya. Nah, tumbuhan terdiri dari beberapa struktur, diantaranya akar, batang, daun dan bunga. Secara garis besar, akar pada tumbuhan berfungsi sebagai alat penyerap air dan unsur hara dari dalam tanah, menyimpan cadangan makanan, alat respirasi, juga sebagai alat perbanyakan tanaman secara vegetatif. Struktur Morfologi Akar Akar pada tumbuhan merupakan bagian penting yang tumbuh di dalam tanah dengan arah pertumbuhan ke pusat bumi. Pada umumnya, akar berwarna kecoklatan dan tidak memiliki daun. Bantuknya biasanya meruncing, sehingga mudah untuk menembus tanah. Adapun struktur morfologi akar tumbuhan meliputi Meristem apikal, Rambut akar, dan tudung akar. 1. Meristem apikal Struktur ini terdapat pada ujung akar. Bagian ini merupakan awal dari pertumbuhan akar. Pembelahan meristem apikal akan membentuk daerah pemanjangan dan dilanjutkan dengan pembentukan daerah diferensiasi. Daerah diferensiasi dibagi menjadi dua, yaitu daerah pematangan jaringan primer dan daerah jaringan primer yang sudah dewasa. Setelah proses diferensiasi, selanjutnya terjadi pertumbuhan jaringan sekunder. 2. Rambut akar Ini merupaan hasil dari perluasan sel-sel epidermis akar dan biasanya tumbuh dekat ujung akar. Rambut akar berfungsi untuk memperluas daerah absorpsi air dan mineral dari dalam tanah. 3. Tudung akar atau kaliptra Ini merupakan bagian yang berfungsi untuk melindungi ujung akar yang bersifat lunak dan mudah rusak. Bagian luar dari tudung akar akan menghasilkan cairan yang bersifat asam yang didalamnya mengandung enzim. Enzim ini berfungsi untuk menguraikan zat-xat tertentu yang sulit ditembus oleh ujung akar. Kaliptra berasal dari meristem apikal dan terdiri dari sel-sel parenkim. Sel-sel pada permukaannya selalu lepas secara berkesinambungan dan sel di bawahnya menjadi berlendir. Tudung akar berfungsi untuk melindungi sel-sel dari kerusakan yang diakibatkan oleh pertumbuhan akar yang menembus ke dalam tanah. Struktur Anatomi Akar Struktur anatomi akar tersusun atas jaringan-jaringan yang membentuk empat lapisan secara berurutan mulai dari lapisan yang paling luar sampai lapisan yang paling dalam. Adapun struktur ini meliputi jaringan epidermis, korteks, endodermis dan silinder pusat atau stele. 1. Epidermis Epidermis adalah lapisan yang tersusun dari satu sel, berdinding tipis dan bersifat semipermeabel. Dinding epidermis akan membentuk banyak tonjolan yang menghasilkan rambut akar. Sel-sel epidermis yang berada di dekat ujung akar memiliki beberapa bulu akar yang berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan. Epidermis berfungsi sebagai pelindung akar dari faktor luar yang dapat merugikan pertumbuhan tanaman dan sebagai jaringan penerus air ke bagian dalam akar. 2. Korteks Korteks terletak di bawah lapisan epidermis. Lapisan ini terdiri dari lapisan-lapisan sel yang berdinding tipis, susunannya tidak rapat dan berbentuk melingkar, memiliki banyak ruang antar sel yang memiliki peran penting untuk pertukaran zat. Di dalam korteks terdapat jaringan-jaringan lain seperti parenkim, kolenkim dan sklerenkim. Fungsi korteks adalah sebagai tempat penyimapanan cadangan makanan. 3. Endodermis Lapisan ini terletak di sebelah dalam korteks, yaitu berupa sebaris sel yang tersusun rapat dan tidak memiliki ruang antar sel. Dinding sel endodermis memiliki penebalan gabus yang berupa rangkaian berbentuk pita. Penebalan tersebut biasa disebut dengan pita kaspari. Penebalan gabus menyebabkan dinding sel akar tidak dapat ditembus oleh air. Pita kaspari secara tidak langsung berfungsi untuk menghalangi lewatnya cairan dari dalam tanah melalui dinding sel, sehingga cairan akan mengalir melalui endodermis yang dindingnya tidak mengalami penebalan yang disebut sebagai sel penerus. Endodermis memiliki peran dalam mengatur lalu lintas zat cair air dan garam-garam mineral ke dalam pembuluh akar. 4. Silinder Pusat atau Stele Terletak di sebelah dalam endodermi, stele tersusun atas berkas-berkas pembuluh kayu xilem dan pembuluh tapis floem. Lapisan ini memiliki peran dalam pengangkutan zat pada tumbuhan, serta perisikel yang berada tepat di sebelah dalam endodermis atau di tepi silinder pusat. Perisikel berfungsi untuk membentuk akar cabang. Akar tersebut akan menembus keluar melalui endodermis, korteks dan epidermis. Pertumbuhan cabang kar tersebut disebut dengan pertumbuhan membantu ^^ Akar merupakan organ utama organa principalia pada cormophyta, yang tidak berbuku-buku, tidak beruas-ruas, umumnya tidak berklorofil, umumnya sebagian/seluruhnya berada dalam substrat tanah atau air. Sifat akar diantaranya tumbuh secara Geotropis/Hidrotropis positif dan Geotropis/Hidrotropis negative, bentuknya Silindris, polisimetris, seperti papan, dengan bagian ujungnya meruncing, tumbuh terus dan meristematis, tidak dapat hidup bila terpisah dari pangkalnya, tidak dapat menumbuhkan tubas, daun dan bunga. Fungsi utamanya yaitu mengabsorpsi air dan unsur-unsur hara mineral dalam bentuk larutan garam-garam tanah / ion-ion, mengalirkan dan unsure hara dari daerah absorpsi ke pangkal batang, mengokohkan bagian tubuh tanaman pada substratnya, sedangkan pada akar tanaman tertentu sering terjadi perubahan bentuk dan susunannya sehingga fungsinya pun berubah seperti tempat menyimpan cadangan makanan ubi akar, membantu fotosintesis, akar asimilasi, membantu respirasi, akar nafas Pneumatophorus, membantu melekatka tumbuhan tersebut pada sandarannya akar lekat radix adligans. Bagian-bagian akar terdiri dari pangkal akar, batang akar, ujung akar, akar cabang, akar bulu, bulu akar, tudung akar dan pembungkus akar. Berdasarkan asalnya akar dapat dibedakan menjadi akar lembaga radicula, akar tunggang radix primaria, dan akar serabut radix adventicia. Sedangkan menurut bentuknya tedapat bermacam-macam yaitu akar seperti ujung tombak, akar seperti gasing, akar bentuknya seperti benang, akar yang bercabang-cabang, akar yang bentuknya seperti benang-benang halus, akar gantung, akar penggerek , akar lekat, akar napas, akar belit dan akar tunjang. Akar-akar tersebut tersusun dari bermacam-macam jaringan diantaranya jaringan meristem, epidermis, eksodermis, kortex, endodermis, stele dan calyptras. Batang merupakan organ utama organa principalia pada cormophyta, yang berbuku-buku nodia dan ruas-ruas internodia, umumnya tidak berklorofil, umumnya sebagia tau seluruhnya berada diatas substrat / tanah. Sifat batang yaitu sudah terbentuk sejak tanaman berupa embrio batang lembaga = caulinum = caulicula, mempunyai arah tumbuh fototropisma/heliotropisme positif dan geotropism /hidrotropisme negative, pada buku batang tubuh/keluar daun ,cabang, ranting, bunga, buah. Fungsi batang menyangga dan membawa organ-organ lain ke tempat yang baik sesuai dengan fungsinya, menghimpun jaringan pembuluh alat pengangkut yaitu xylem mengangkut hasil fotosintesis,merupakan tempat tumbuhnya daun,cabang,ranting,bunga,buah dan tempat menyimpan zat-zat makanan cadangan. Bagian-bagian batang antara lain pangkal batang collum caulinum, hypocotil, epocotyl, ujung batangapex caulinum, primordial daun, primordial cabang. Letak batang terhadap tanah ada yang terlihat dan ada yang tidak jelas terlihat seperti adda yang disebut planta acaulis, caudex dan rhizome. Batang berdasarkan kandungan zat kayulignin dapat dibedakan menjadi batang lunak herbaceous dan batang keraslignosus. Bentuk batang dapat dibedakan menjadi teres, angularis dan discoideus. Batang tersususn dari bermacam-macam jaringan diantaranya epidermis, kortex, endodermis dan stele. Pada golongan gymnospermae dan dycotiledonae adanya pertumbuhan sekunder batang menyebabkan diameter batang bertambah lebar. Akar adalah bagian pangkal tumbuhan pada batang yang berada dalam tanah dan tumbuh menuju pusat bumi. Ada beberapa tumbuhan yang mempunyai akar muncul ke permukaan tanah untuk fungsi-fungsi tertentu karena persediaan oksigen yang terbatas dan aerase yang buruk di dalam tanah. Akar dalam istilah ilmiahnya disebut “Radix”, merupakan bagian utama dari tumbuhan yang telah memiliki pembuluh. Pada ujung-ujung akar terdapat meristem apikal yang terus membelah diri dan berkembang juga terdapat kaliptra tudung akar yang berfungsi sebagai pelindung. Tudung akar berasal dari meristem apikal dan terdiri dari sel-sel parenkim. Jaringan meristem adalah jaringan muda pada tumbuhan yang aktif membelah menghasilkan sel-sel baru terdapat pada titik-titik pertumbuhan. Pembelahan meristem apikal membentuk daerah pemanjangan atau “zona perpanjangan sel”. Setelah zona ini terdapat “zona differensiasi sel” dan “zona pendewasaan sel”. Pada zona differensiasi sel, sel-sel akar berkembang menjadi beberapa sel permanen, misalnya beberapa sel terdifferensiasi menjadi xilem, floem, parenkim, dan sklerenkim. Akar pertama pada tumbuhan berbiji berkembang dari meristem apeks di ujung akar embrio dalam biji yang berkecambah. Akar embrio juga dinamakan radikula. Pada Gymnospermae dan dikotil, akar tersebut berkembang dan membesar menjadi akar primer dengan cabang yang berukuran lebih kecil. Sistem akar seperti itu disebut akar tunggang. Pada monokotil, akar primer tidak lama bertahan dalam kehidupan tanaman dan segera mengering. Dari dekat pangkalnya atau didekatnya akan muncul akar baru yang disebut akar tambahan atau akar adventif. Keseluruhan akar adventif seperti itu dinamakan susunan akar serabut. Panjang akar dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti porositas tanah, tersedianya air dan mineral, dan kelembapan tanah. Morfologi akar terdiri dari rambut akar, batang akar, ujung akar, dan tudung akar. Fungsi Akar Berikut ini terdapat beberapa fungsi akar, yaitu sebagai berikut Akar tumbuhan sebagai jangkar untuk menyokong dan memperkokoh berdirinya tumbuhan di tempat hidupnya. Akar berfungsi sebagai media penyerapan air dan garam-garam mineral zat unsur hara dari dalam tanah Dalam kondisi tertentu akar berfungsi sebagai alat respirasi, misalnya akar pada tumbuhan mangrove jenis tanaman dikotil, yang disebut “pneumatofor“akar napas. Akar berfungsi untuk tempat penyimpanan cadangan makanan. Misalnya wortel dan kentang memiliki akar tunggang yang membesar, berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan. Beberapa jenis akar tumbuhan berfungsi sebagai organ reproduktif vegetatif. Misalnya pada tumbuhan sukun, dari bagian akar dapat tumbuh tunas yang akan menjadi individu baru. Melekatkan tumbuhan pada substrat serta menyerap air serta garam-garam tanah dari substrat itu. Membantu pengangkutan air dan zat nutrisi Pada tanaman tertentu, seperti jenis tumbuhan bakau Rhizopora sp. akar berperan untuk pernapasan. Alat perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan tertentu Sifat Akar Berikut ini terdapat beberapa sifat akar, yaitu sebagai berikut Tidak mempunyai klorofil, Tidak mempunyai nodus tidak berbuku-buku dan internodus tidak beruas serta tidak mendukung daun- daun atau sisik maupun bagian-bagian lainnya, Bentuknya seringkali meruncing, hingga lebih mudah untuk menembus tanah, Tumbuh terus pada ujungnya, tetapi pertumbuhannya masih kalah jika dibandingkan dengan batang. Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah, dengan arah tumbuh ke pusat bumi geotrop atau menuju ke air hidrotrop, meninggalkan udara dan cahaya. Warna tidak hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan. Bagian-Bagian Akar Berikut ini terdapat beberapa bagian-bagian akar, yaitu sebagai berikut Secara Morfologis dipotong membujur Struktur dan Jaringan akar terdiri atas leher akar pangkal akar, batang akar, cabang akar, serabut akar, rambut akar, ujung akar, dan tudung akar kaliptra. Bagian akar yang secara langsung terhubung dengan batang disebut leher akar. Sementara bagian yang berada di antara leher dan ujung akar dinamakan batang akar. Selanjutnya, akar juga memiliki bagian menonjol pada batang yang membentuk cabang akar. Selain itu, ada juga akar halus bercabang-cabang yang disebut serabut akar. Lalu, akar juga memiliki bagian yang mengalami diferensiasi pada jaringan epidermisnya. Bagian ini dinamakan rambut akar. Sementara, bagian ujung akar yang berfungsi sebagai pelindung mesistem saat akar memanjang menembus tanah disebut tudung akar. Di belakang tudung akar terdapat berbagai zona pertumbuhan primer. Zona yang dimaksud adalah zona pembelahan sel, zona pemanjangan, dan zona pematangan. Perhatikan Gambar dibawah. Pada zona pembelahan sel terdapat meristem apikal atau meristem primer. Meristem apikal menghasilkan sel-sel meristem dan mengganti sel tudung akar yang mengelupas saat menembus tanah. Sel pusat tenang juga terdapat pada lapisan ini. Fungsi sel pusat tenang adalah sebagai cadangan pemulihan meristem saat mengalami kerusakan. Di dalam zona ini terdapat protoderm, prokambium, dan meristem dasar. Masing-masing akan menghasilkan tiga sistem jaringan. Zona pembelahan sel berhubungan dengan zona pemanjangan. Di dalam zona ini sel-sel mengalami perpanjangan sepuluh kali panjang asalnya. Akibatnya, ujung akar terdorong semakin jauh ke dalam tanah. Sementara zona pematangan pada akar mengalami spesialisasi dan diferensiasi sesuai fungsinya. Selain beberapa zona tersebut, akar juga memiliki struktur tertentu. Kalian dapat mengamati strukturnya melalui preparat awetan sayatan akar yang masih muda dengan menggunakan mikroskop. Struktur akar dari luar ke dalam berturut-turut adalah jaringan epidermis, korteks, dan stele silinder pusat. Agar dapat membandingkan struktur akar tumbuhan dikotil dan monokotil, perhatikan Gambar 5. Secara anatomi dipotong melintang Struktur dan jaringan penyusun akar tumbuhan sebagai berikut Epidermis terdiri dari satu lapis sel berasal dari protoderm yang tersusun rapat Di dalamnya terdapat dinding berkutikula dan susunan sel yang rapat. Selain itu, epidermis terdapat rambut akar yang berguna memperluas permukaan sel sehingga penyerapan air dan zat terlarut lebih efisien. Korteks terdiri dari banyak sel dan tersusun berlapis-lapis Lapisan berikutnya adalah korteks. Korteks terletak di antara lapisan epidermis dan stele. Pada korteks terdapat sel-sel parenkim yang berdinding sel tipis dan mempunyai banyak ruang antarsel. Lapisan luar korteks tersebut dinamakan eksodermis. Ruang antarsel berperan dalam pertukaran gas. Korteks berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan yang terdapat pada korteks antara lain parenkim, kolenkim, dan sklerenkim. Endodermis terletak di sebelah dalam korteks Endodermis berupa satu lapis sel yang tersusun rapat tanpa ruang antarsel. Dinding selnya mengalami penebalan gabus. Deretan sel-sel endodermis dengan penebalan gabusnya dinamakan pita kaspari. Pita kaspari ini tidak tembus air dan zat-zat terlarut lainnya. Air dan zat-zat terlarut yang melewati endodermis harus melalui protoplasma yang melekat pada pita kaspari dan melalui dinding sel yang letaknya sejajar dengan silinder pusat. Gambar pita kaspari. Pada lapisan endodermis juga ditemui lapisan yang mengalami penebalan zat gabus. Penebalan tersebut membentuk huruf U, sehingga disebut sel U. Sel ini bersifat impermiabel sehingga tidak dapat dilalui air. Penebalan gabus ini tidak dapat ditembus oleh air, sehingga air harus masuk ke silinder pusat melalui sel endodermis yang terletak segaris dengan xilem yang dindingnya tidak menebal, yang disebut sel penerus air. Jadi Endodermis merupakan pemisah antara korteks dengan stele serta berfungsi sebagai pengatur jalannya larutan yang diserap dari tanah masuk ke silinder pusat..gabus ini tidak dapat ditembus oleh air, sehingga air harus masuk ke silinder pusat melalui sel endodermis yang terletak segaris dengan xilem yang dindingnya tidak menebal, yang disebut sel penerus air. Stele silinder pusat terletak di sebelah dalam endodermis Prokambium pada meristem primer berkembang menjadi stele silinder pusat. Stele terdapat pada akar bagian dalam, tepatnya di sebelah dalam endodermis. Stele tersusun dari empulur, perisikel dan berkas vaskuler fasis atau pembuluh pengangkut. Empulur merupakan sel-sel parenkim yang terdapat pada stele tumbuhan monokotil. Berkas vakuler atau jaringan pengangkut Lapisan berikutnya adalah berkas vaskuler atau jaringan pengangkut. Di dalam berkas vaskuler terdapat xilem dan floem. Xilem akar dikotil terletak di pusat dan berbentuk bintang, sedangkan floemnya terletak di luar xilem. Sedangkan tumbuhan monokotil memiliki struktur yang berselang-seling. Selain itu, di antara xilem dan floem akar tumbuhan dikotil terdapat kambium atau kolateral terbuka. Sementara, pada tumbuhan monokotil tidak ada kambium atau kolateral tertutup. Empulur ini dikelilingi oleh xilem dan floem secara bergantian. Sementara itu, lapisan terluar stele membentuk periskel atau perikambium. Sel-sel stele pada perisikel ini mudah membelah dan membentuk cabang. Karena itu, cabang akar pertumbuhannya bersifat endogen. Sehingga stele ini dapat membentuk kambium jari-jari empulur. Bentuk-Bentuk Akar Secara umum ada tiga macam bentuk dan tipe sistem perakaran, yakni Sistem Perakaran Tunggang Radix Primaria Sistem Perakaran ini terdapat pada tumbuhan dikotil. Akar ini terdiri atas sebuah akar besar dengan beberapa cabang dan ranting akar, merupakan perkembangan dari akar primer dari biji berkecambah. Akar tunggang terdapat jaringan parenkim yang berfungsi untuk menyimpan makanan. misalnya pada tanaman; wortel, ubi dan sebagainya dalam bentuk umbi-umbian. Sistem Perakaran Serabut Radix Adventicia Sistem perakaran ini dimiliki oleh tumbuhan monokotil. Akar ini terdiri dari sejumlah akar kecil, ramping, dan berukuran sama. Perakaran serabut terbentuk pada waktu akar primer membentuk cabang sebanyak-banyaknya. Fungsi utama akar serabut adalah untuk memperkokoh berdirinya tumbuhan. Sistem Perakaran Adventif Sistem perakaran Adventif adalah sistem perakaran yang bukan berasal dari akar primer. Contohnya akar dari batang cangkokan, akar dari umbi batang, dan akar dari stek, bahkan ada akar yang dari daun. Akar dengan Fungsi Khusus Pada umumnya akar tumbuh di dalam tanah dan menuju ke pusat bumi. Dalam kondisi tertentu sebagai bentuk adaptasinya terhadap lingkungan beberapa jenis tumbuhan memiliki akar-akar yang mempunyai sifat dan tugas khusus antara lain Akar udara Radix aereus Akar udara juga disebut akar gantung yang keluar dari bagian-bagian dari atas tanah. biasanya menggantung ke udara dan tumbuh di atas tanah bergantung pada tingginya tempat permukaan keluarnya akar gantung dapat mencapai panjang sampai 30 m. Selama masih menggantung akar ini hanya dapat menolong menyerap air dan zat gas dari udara dan sering kali mempunyai jaringan khusus untuk menimbun udara dan air setelah mencapai tanah. Apabila telah menembus tanah akar udara akan bersifat seperti akar biasa yang menyerap air dan zat makanan dari tanah bagian yang ada di atas tanah seringkali berubah menjadi batang akar gantung dapat ditemukan pada anggrek kalajengking Arachnis flos-aeris dan beringin Ficus benjamina. Akar Penggerek Haustorium Akar penggerek disebut juga akar pengisap. Akar ini merupakan akar-akar yang terdapat pada tumbuhan yang hidup sebagai parasit. Akar ini berfungsi untuk menyerap air atau makanan dari inangnya. Akar penggerek dapat ditemukan pada benalu Loranthus, yang berupa akar penggerek yang menembus kulit batang inangnya sampai kebagian kayu. Akar Pelekat Radix adligans Merupakan akar-akar yang keluar dari buku-buku batang tumbuhan memanjat. Akar pelekat berfungsi untuk menempel pada penunjangnya saja, misalnya pada lada Piper nigrum, sirih Piper betle, dan arisema Arisaema sp. Akar Pembelit Cirrhus radicalis Akar pembelit berfungsi untuk memanjat, tetapi tanpa memeluk penunjangnya. Contoh akar pembelit dapat ditemukan pada vanili Vanilla planifolia. Akar Napas Pneumatophora Struktur ini memiliki cabang-cabang akar yang tumbuh tegak lurus ke atas hingga muncul dari permukaan tanah air tempat tumbuhnya tumbuhan. Akar ini mempunyai banyak liang-liang atau celah-celah Pneumatophora untuk masuknya udara yang diperlukan dalam pernapasan. Tumbuhan yang memiliki akar seperti ini biasanya hidup di tempat-tempat yang di dalam tanahnya sangat kekurangan oksigen, misalnya pada pohon-pohon prepat Sonneratia sp. dan kayu api Avicennia sp.. Akar Tunjang Akar tunjang tumbuh dari bagian bawah batang ke segala arah. Tumbuhan yang mempunyai akar tunjang adalah tumbuhan yang hidup di daerah pasang surut. Batang beserta akar-akar tunjang ini memberikan kesan seperti orang naik di atas engrang, sehingga disebut juga akar engrang. Contoh akar tunjang dapat ditemukan pada pohon bakau Rhizophora conjugata. Akar Lutut Akar ini lebih tepat di katakan akar yang tumbuh ke atas kemudian membengkok lagi masuk ke dalam tanah, sehingga membentuk gambaran seperti lutut yang di bengkokkan. Sama seperti akar napas, akar ini berguna pula untuk kepentingan pernapasan pada tumbuhan yang hidup di daerah pasang surut. Akar lutut yang berfungsi untuk membantu pernapasan tumbuhan dapat di temukan pada pohon tanjang Bruguiera parvifolia. Akar Banir Struktur akar ini berbentuk seperti papan-papan yang di letakan miring untuk memperkokoh berdirinya batang pohon yang tinggi besar, misalnya pada sukun Artocarpus communis, kenari Canarium commune, dan sebagainya. Akar penyimpan cadangan makanan Umbi akar seperti pada akar ketela pohon Manihot utilissima yang penuh dengan pati. Akar kontraktil adalah akar pada tumbuhan berumbi yang berkontraksi seperti pada Manihot utilissima. Pengerutan seperti itu terjadi terutama dalam korteks dan dapat mengakibatkan pemendekan akar hingga 30-40%, sehingga umbi tertarik ke tempat lebih dalam di tanah. Akar simbiotik yaitu bintil akar tempat penambat nitrogen bebas dari udara sepertiRhizobium berasosiasi dengan akar. Asosiasi itu biasanya itu biasanya simbiotik tanaman penerima senyawa bernitrogen dan bekteri memperoleh sumber energi biasanya gula. Bakteri mengakibatkan inang membelah-belah sehingga membentuk bintik akar. Bintil akar serupa terdapat pada beberapa suku lain seperti Casuarinaceae. Daftar Pustaka Tjitrosoepomo,Gembong, Morfologi Tumbuhan, YogyakartaGadjah Mada University Hidayat Estiti Tumbuhan Nugroho, L. Hartanto dkk,2010. Struktur & Perkembangan Tumbuhan. Jakarta Penebar Swadaya Demikianlah pembahasan mengenai Bagian-Bagian Akar – Pengertian, Fungsi, Sifat, Bentuk, dan Fungsi Khusus semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. Baca Juga Fungsi Jaringan Meristem – Pengertian, Ciri, Jenis dan Contohnya Jaringan Ikat Jaringan Hewan Jaringan Meristem Tumbuhan Beserta Penjelasannya Tahap-Tahap Kultur Jaringan Jaringan Daun Jaringan Dan Organ Daftar isiPengertian Akar Pada TumbuhanSifat Akar TumbuhanFungsi Akar TumbuhanStruktur Akar TumbuhanStruktur Bagian Luar Akar Morfologi AkarStruktur Bagian Dalam Akar Anatomi AkarJenis-jenis Akar TumbuhanJenis Secara UmumJenis Berdasarkan FungsinyaJika tidak ada akar, tumbuhan tidak bisa hidup karena akar berperan sebagai tempat pencari nutrisi, penyimpanan dan penyerapan air serta zat hara untuk memperkuat tumbuhan dan sebagai alat Akar Pada TumbuhanTumbuhan terdiri dari beberapa bagian, yaitu akar, batang, daun, bunga, dan merupakan bagian terpenting dari tumbuhan yang terletak di dalam biasanya tumbuh ke arah pusat bumi geotrop atau menuju ke air hidrotrop lalu meninggalkan udara dan itu, akar tumbuhan juga ada yang tidak tumbuh dalam tanah melainkan menempel pada tumbuhan Akar TumbuhanAkar tumbuhan mempunyai sifat-sifat, yaituAkar tumbuhan biasanya berada di dalam tanah sehingga tumbuh ke arah pusat bumi Geotrop atau menuju ke air Hidrotop dan meninggalkan udara serta tumbuhan berwarna pucat, tidak memiliki klorofil sehingga tidak bisa tumbuhan berbentuk runcing pada ujungnya dan dapat bertumbuh terus sehingga mudah untuk menembus tumbuhan tidak berbuku-buku, tidak beruas dan tidak mendukung daun-daun atau sisik-sisik di bagian-bagian tumbuhan mempunyai fungsi, yaituSebagai penopang tumbuh tegaknya tumbuhan karena akar dapat menahan dengan cara mengembangkan dan memanjangkan akarnya agar tumbuhan kuat jika tertiup angin atau alat untuk menyerap nutrisi-nutrisi yang ada dalam tanah berupa air atau zat hara lainnya untuk di salurkan ke seluruh bagian tempat penyimpanan cadangan makanan dan air pada beberapa tumbuhan, misalnya tanaman ubi-ubian atau alat respirasi atau biasa disebut pneumatophores pada tumbuhan tertentu, misalnya akar pada tumbuhan beringin dan alat reproduksi bagi tumbuhan paku dengan melalui perbanyakan vegetatif stolon dan rhizome sehingga bisa melakukan duplikasi, dan berkembang Akar TumbuhanStruktur akar tumbuhan bila diamati dengan pemotongan akar secara melitang di kelompokkan menjadi dua macam, yaituStruktur Bagian Luar Akar Morfologi AkarStruktur bagian luar akar morfologi akar terdiri dariLeher atau pangkal akarMerupakan bagian akar yang bersambungan dengan pangkal akarMerupakan titik tumbuh akar yang dilindungi oleh tudung akar kaliptra.Batang akarMerupakan bagian akar yang terletak antara leher akar serta ujung akarMerupakan bagian yang tidak langsung bersambungan dengan pangkal batang namun keluar dari akar akarMerupakan cabang-cabang akar yang halus serta mempunyai bentuk akar atau bulu-bulu akarMerupakan penonjolan sel-sel kulit luar epidermis untuk memperluas daerah penyerapan air dan mineral, tumbuh dekat ujung akar danrelatif akar kaliptraMerupakan bagian yang terletak paling ujung dan berfungsi untuk melindungi akar terhadap kerusakan mekanis pada waktu menembus Bagian Dalam Akar Anatomi AkarStruktur pada bagian dalam akar anatomi akar terdiri dariEpidermisEpidermis merupakan jaringan dalam akar yang berada pada lapisan memiliki sel yang berbentuk pipih dengan dinding tipis dekat dengan ujung akar dan akan mengalami perubahan berbentuk rambut-rambut berfungsi untuk untuk menyerap air dan mineral dengan perluasan suatu merupakan jaringan yang berada dibawah epidermis. Korteks memiliki sel yang tidak tersusun rapat sehingga banyak terdapat ruang antarsel yang memiliki peran dalam pertukaran ini memiliki fungsi yaitu sebagai tempat menyimpan merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder mempunyai kandungan selapis suberin atau gabus yang disebut dengan pita inilah yang akan mengalami suatu penebalan sekunder dan jaringan endodermis akan tanggal bersama dengan sel pusat SteleSilinder pusat merupakan bagian yang terdapat didalam suatu sel endodermis. Silinder pusat terdiri dari jaringan xylem dan lapisan luar silinder pusat terdapat perikambium ataupun perisikel. Pada bagian tengah terdapat jaringan pembuluh atau jaringan parenkim Akar TumbuhanJenis Secara UmumSecara umum, akar dibedakan menjadi duajenis, yaitu1. Akar TunggangAkar tunggang merupakan akar yang biasa dimiliki oleh tumbuhan berkeping dua atau dikotil dan dapat diperbanyak secara akar tunggang lebih mempertahankan akar lembaganya dan dapat berkembang menjadi akar pokok yang akan bercabang menjadi akar-akar berukuran tunggang memiliki fungsi untuk menyimpan makanan. Contoh tumbuhan yang memiliki akar tunggang, yaitu tumbuhan wortel dan tumbuhan yang berbentuk Akar SerabutAkar serabut merupakan akar yang dimiliki oleh tumbuhan berkeping satu atau monokotil. Akar serabut memiliki bentuk seperti serabut kelapa yang kecil dan serabut terbentuk dari akar lembaga yang mati serta tumbuh akar-akar baru yang memiliki ukuran relative sama dan keluar dari pangkal serabut memiliki fungsi yaitu untuk memperkuat berdirinya tumbuhan berakar serabut yaitu pohon kelapa, pohon pisang dan Berdasarkan FungsinyaBerdasarkan fungsinya akar dibedakan menjadi delapan jenis, yaituAkar gantung atau akar udara radix aereusAkar gantung tanaman anggrekAkar gantung atau akar udara radix aereus merupakan akar yang terdapat diatas permukaan tanah, melekat pada batang, posisinya menggantung serta tumbuh menjuntai ke arah gantung memiliki fungsi untuk menyerap air dan gas dari udara. Contoh tumbuhan berakar gantung, yaitu beringin dan pembelit cirrhus radicalisAkar pembelit tanaman vaniliAkar pembelit cirrhus radicalis merupakan akar yang membelit batang pokok tempat melekatnya pembelit berfungsi untuk membelit penunjang dari tumbuhan merambat. Contoh tumbuhan berakar pembelit yaitu napas pneutophoraAkar napas tanaman bakauAkar napas pneutophora merupakan akar yang tumbuh keluar dari batang bagian bawah dengan sebagian menyembul keluar dan sebagian lagi tumbuh di dalam napas dengan bagian yang menyembul keluar merupakan tempat masuknya udara melalui celah-celah permukaan tumbuhan yang memiliki akar napas ini yaitu bakau dan pelekat radix adligansakar pelekat tanaman sirihAkar pelekat radix adligans merupakan akar yang tumbuh dari ruas atau buku-buku batang serta tumbuh melekat dan memanjat pada pelekat berfungsi untuk membantu tumbuhan memanjat untuk menempel pada tumbuhan yang memiliki akar pelekat yaitu tumbuhan penghisap haustoriumAkar penghisap tanaman tali putriAkar penghisap haustorium merupakan akar yang dipunyai oleh tumbuhan penghisap berfungsi sebagai penyerap air, mineral dan juga zat makanan dari batang pohon yang ditumpanginya. Contoh tumbuhan berakar penghisap yaitu benalu dan tali tunjangakar tunjang tanaman pandanAkar tunjang merupakan akar yang tumbuh di bagian bawah batang dan dapat tumbuh ke segala tunjang berfungsi untuk menunjang agar batang tidak jatuh ke samping. Contoh tumbuhan berkar tunjang yaitu bakau dan lututAkar lutut tanaman mangroveAkar lutut merupakan akar yang sebagian tumbuh di atas tanah kemudian tertanam di dalam tanah dengan membengkok seperti berbentuk lutut berfungsi sebagai alat pernapasan. Contoh tumbuhan berakar lutut, yaitu tumbuhan bruguiera parvifolia dan banirAkar banir pada pohon kenariAkar banir merupakan akar yang berbentuk seperti papan menonjol di bagian pangkal pohon berukuran lebih besar dari batang pohonnya. Akar banir berfungsi untuk membantu tegak berdirinya batang banir banyak tumbuh di hutan tropis. Contoh tumbuhan berakar banir yaitu sukun dan kenari. JawabanEpidermisEpidermis merupakan batang yang tersusun dari sebuah sel rapat tanpa ruang antar sel epidermis atas berbeda dengan epidermis bawah. Permukaan atas daun disebut permukaan adaksial dan permukaan bawah disebut dikelilingi epidermis. Di antara sel epidermis ada yang berubah menjadi sel penutup, idioblas, dan berbagai tipe epidermis sebagai pelindung dari bahaya kekeringan. Pada tumbuhan dikotil memiliki lapisan epiermis berupa kulit kayu yang berbentuk dari jaringan merupakan yang tersusun dari jaringan parenkin yang berkloroplas. Sel-selnya berdinding tipis dan tersusun tidak beraturan dengan ruang antarsel yang di luar korteks yang berbatasan dengan epidermis terdiri atas kolenkim atau batang dapat juga berisi sklereida, sel sekretori, dan juga Mengapa Tumbuhan Kantong Semar dan Venus Memakan Serangga?EndodermisBatas antara korteks dan stela adalah endodermis. Endodermis batang berbeda dengan endodermis endodermis terdiri atas sel hidup yang berbentuk silinder kosong. Dinding endodermis mempunyai struktur yang khas dan khusus.

bagian yang bisa dikelupas dari batang dan akar disebut